Breaking news-rabu 06/04/2016
Beginilah nasib Hartini ( 60 thn ) warga desa baru RT.01 Desa air panas baru kecamatan air hangat barat, saat ini ia masih trauma setelah dirinya dikeroyok sekaligus dianiaya oleh pamannya sendiri yang berinisial "M".
Hartini yang sudah lama menjanda semenjak suaminya meninggal dunia beberapa puluh tahun nan silam hanya bisa menangis terisak saat ditemui wartawan andalas fm di kediaman menantunya, ia menuturkan, bahwa ia tak menyangka akan mendapat penyiksaan sekaligus pengeroyokan atas dirinya, ia mengaku tak tau duduk persoalan hingga tiba-tiba saja ketika ia pulang dari mandi lengannya langsung dicekal terus dianiaya.
Ia mengatakan bahwa perkara tersebut sudah dilaporkan ke polsek air hangat/barat, namun hingga saat ini para tersangka penganiayaan belum juga ditahan.
Kapolsek kecamatan air hangat/barat IPTU Sapardin noer ketika dikonfirmasi andalas fm membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan sekaligus penganiayaan yang dilakukan oleh kawanan yang berinisial M terhadap korban a/n hartini, namun saksi korban masih dinilai lemah. Namun demikian polsek kecamatan air hangat akan terus berupaya kasus ini tuntas.
BERITA KERINCI TERKINI
Rabu, 06 April 2016
Hartini masih menunggu keadilan hukum atas pengeroyokan sekaligus penganiayaan atas dirinya
Beberapa tahun mendatang Kerinci terancam kelaparan
Kerinci in news – rabu 06/04/2016
Ribuan Hektar Sawah terbentang luas di Kab, Kerinci. Iklim cuaca yang bagus dan kondisi tanah yang subur menjadikan petani tidak mengenal musim tanam dan musim panen.
Kab. Kerinci menjadi salah satu lumbung padi bagi Prov. Jambi, yang membuat beda dengan daerah lain adalah tata air yang bagus membuat pertanian tidak tergantung pada musim, ketika Kabupaten lain di provinsi jambi saat ini sedang menuai dan penanaman pada tahap pertama , di Kabupaten kerinci ada yang sedang di tanam, masuk pada tahap setengah umur, dan juga ada yan sedang di panen. Hal ini juga di dukung oleh kelompok-kelompok tani yang berjumlah ratusan turut bersama-sama dalam proses pertanian.
Namun dari pantauan andalas FM, kondisi sebagian lahan persawahan di kerinci dan kota sungai penuh saat ini terancam karena sudah didominasi oleh bangunan seperti rumah, dengan kondisi ini barang tentu dapat dipastikan, kedepan kerinci dan kota sungai penuh tidak lagi menjadi lumbung beras andalan pemerintah propinsi jambi, bahkan diprediksikan beberapa tahun yang akan datang masyarakat kerinci dan kota sungai penuh terancam kelaparan.
(A.P )
Ir.Boy edward : jalan pinggir pendung semurup sampai bukit tengah siap anggaran
Kerinci in news-rabu 06/04/2016
Dari pantauan team andalas fm dilapangan, jalan yang menghubungkan desa pendung semurup sampai ke bukit tengah saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.
Air menggenang di badan jalan, jalan ini yang dulunya aspal saat ini rusak parah akibat tidak dirawat, padahal jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat guna mengeluarkan hasil produktivitas pertanian seperti padi, dan komoditas pertanian lainnya, selain itu jalur tersebut juga sering dilewati sebagai jalan pintas bagi anak-sekolah dan pegawai kantor.
Melihat kondisi tersebut akhirnya ir.Boy edward MM, politisi golkar yang saat ini duduk di komisi III DPRD kabupaten kerinci angkat bicara.
Boy mengatakan bahwa sebelumnya anggaran untuk pengoptimalan jalan tersebut sudah diperjuangkan, katanya "Jalan pendung semurup - siulak mukai ditangani 2016 dan jln pasar semurup koto dua lamo pendung semurup jg di tangani 2016 klo msih blum tuntas penanganannya khusus di desa wilyah pendung kita usulkan untuk di anggarkan 2017 bisa tertangani atau selesai.
ir.BOY EDWAR MM :perbaikan jalan koto dua lama - pendung akan rampung 2017
Berita kerinci terkini- Dari pantauan team andalas fm dilapangan, jalan yang menghubungkan semurup - pendung, sampai ke bukit tengah saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.
Disaat hujan Air menggenang di badan jalan tak ubahnya seperti persawahan.
Masyarakat koto dua lama menanami bibit padi ditengah badan jalan tersebut sebagai bentuk protes terhadap pemerintah.
Terkait kondisi ini boy Edwar yang saat ini menjabat sebagai anggota dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten kerinci dapil III dari fraksi partai golkar Langsung berkomentar, boy mengatakan bahwa
Melihat kondisi tersebut akhirnya ir.Boy edward MM, politisi golkar yang saat ini duduk di komisi III DPRD kabupaten kerinci angkat bicara.
Boy mengatakan bahwa sebelumnya anggaran untuk pengoptimalan jalan tersebut sudah diperjuangkan, katanya akan rampung 2017, perbaikan dan pengaspalan jln paket pasar semurup - pendung yg melewati desa koto dua lama yang kondisinya buruk itu tinggal menunggu pelksanaan dari kontraktornya dan kontrak kerjanya sudah ada.
Selasa, 05 April 2016
Hampir separuh kabupaten dan kota sungai penuh terendam banjir
Breaking news-selasa 05/04/2016
Dari pantauan andalas fm, Akibat guyuran hujan lebat yang terjadi sejak beberapa hari terakhir 40% kerinci dan kota sungai penuh terendam banjir.
Dengan adanya kondisi ini Kepala dinas BNPB KABUPATEN KERINCI Drs. Evi rasmianto MM, menghimbau agar masyarakat senantiasa waspada.
Senin, 14 Maret 2016
Wabup kerinci zainal abidin kembali tatar pegawai RSU M.H.A THALIB
Kerinci in news- senin 14/03/2016
Ini untuk yang kesekian kalinya wakil bupati kerinci zainal abidin melakukan sidak di kawasan Rumah sakit umum M.H.A THALIB sungai penuh.
blusukan zainal kali ini dilakukan atas dasar menanggapi aspirasi masyarakat di media sosial, marak menuai kritik terhadap kinerja di RSU M.H.A THALIB yang kurang memuaskan.sungai selain itu lingkungan di sekitar RS terkesan jorok, WC umum tidak setetespun air yang mengalir, kran air rusak, sementara keluarga pasien tetap saja membuang hajat disana.
Untung saja kondisi ini langsung ditanggapi wakil bupati kerinci zainal abidin, dan beliau membenarkan tentang apa yang menjadi laporan/kritikan di sejumlah media sosial.
"Benar tadi pagi saya cek lansung. Dan saya sudah minta pihak manegemen untuk membuat jam kontrol dan menunjuk petugas khusus untuk menangani masalah kenersihan wc demi kenyamanan pasien dan klg. Mokasih infonya. Salam
(A.P)
Selasa, 08 Maret 2016
Gerhana adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah
Kitab Kusuf (Gerhana)
Bab Ke-1: Shalat Sunnah pada Waktu Terjadi Gerhana Matahari
547. Abu Bakrah berkata, "Kami berada di sisi Rasulullah lalu terjadi gerhana matahari. Maka, Nabi berdiri dengan mengenakan selendang beliau (dalam satu riwayat: pakaian beliau sambil tergesa-gesa 7/34) hingga beliau masuk ke dalam masjid, (dan orang-orang pun bersegera ke sana 2/31), lalu kami masuk. Kemudian beliau shalat dua rakaat bersama kami hingga matahari menjadi jelas. Beliau menghadap kami, lalu bersabda, 'Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah, dan sesungguhnya keduanya (2/31) bukan gerhana karena meninggalnya seseorang. Akan tetapi, Allah ta'ala menakut-nakuti hamba-hamba-Nya dengannya. Oleh karena itu, apabila kamu melihatnya, maka shalatlah dan berdoalah sehingga terbuka apa (gerhana) yang terjadi padamu.'" (Hal itu karena putra Nabi saw. yang bernama Ibrahim meninggal dunia, kemudian terjadi gerhana. Lalu, orang-orang berkomentar bahwa gerhana itu terjadi karena kematian Ibrahim itu. Hal ini lantas disanggah Rasulullah dengan sabda beliau itu.)
548. Abu Mas'ud berkata, "Nabi bersabda, 'Sesungguhnya matahari dan bulan tidak gerhana karena meninggal (dan hidupnya 4/76) seseorang. Tetapi, keduanya adalah dua dari tanda-tanda dari kebesaran Allah. Apabila kamu melihatnya, maka berdirilah untuk mengerjakan shalat gerhana.'"
549. Ibnu Umar mengatakan bahwa ia memberi kabar dari Rasulullah, bahwa matahari dan bulan tidak gerhana karena meninggal dan hidupnya seseorang. Tetapi, keduanya adalah tanda-tanda kekuasan Allah. Apabila kamu melihatnya, maka shalat gerhanalah.
550. Al-Mughirah bin Syubah berkata, "Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah pada hari meninggalnya Ibrahim. Orang mengatakan, 'Matahari gerhana karena meninggalnya Ibrahim.' Lalu Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya matahari dan bulan (adalah dua dari tanda tanda kebesaran Allah 2/30). Keduanya tidak gerhana karena meninggal atau hidupnya seseorang. Apabila kamu melihatnya, maka shalatlah (gerhana) dan berdoalah kepada Allah sehingga ia menjadi cerah kembali.'"
Bab Ke-2: Memberikan Sedekah pada Waktu Terjadi Gerhana
(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Aisyah yang akan disebutkan pada bab selanjutnya nanti.")
Bab Ke-3: Berseru dengan, "Ashshalaatu jaami'ah"[1] pada Waktu Shalat Gerhana
551. Abdullah bin Amr berkata, "Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah, maka diserukanlah, 'Ashshalaatu jaami'ah' 'shalatlah dengan berjamaah'.
Bab Ke-4: Khotbah Imam pada Waktu Shalat Gerhana
Aisyah dan Asma' berkata, "Nabi berkhotbah."[2]
552. Aisyah istri Nabi saw., berkata, "Terjadi gerhana matahari pada masa hidup Rasulullah. Beliau keluar ke masjid lalu menyuruh seseorang menyerukan, Ash-Shalaatu Jaami'ah, kemudian beliau maju (2/31). Lalu, orang-orang berbaris di belakang beliau. (Dan dalam riwayat lain dari Aisyah: seorang wanita Yahudi datang mengajukan pertanyaan kepadanya seraya berkata, 'Mudah-mudahan melindungimu dari azab kubur.' Kemudian Aisyah bertanya kepada Rasulullah, 'Apakah orang-orang disiksa di dalam kuburnya?' Rasulullah menjawab, 'Aku berlindung kepada Allah dari hal itu.' Kemudian pada suatu pagi Rasulullah naik kendaraan, lalu terjadi gerhana matahari. Kemudian beliau kembali pada waktu dhuha.[3] Maka, Rasulullah berjalan di antara dua punggung batu,[4] lalu beliau berdiri menunaikan shalat 2/26-27). Kemudian Rasulullah membaca bacaan (dalam satu riwayat: surah 2/62) yang panjang yang beliau baca dengan keras. Beliau bertakbir, lalu ruku dengan ruku yang panjang. Setelah itu mengangkat kepalanya seraya (4/76) mengucapkan, 'Sami'allaahu Liman Hamidah.' Lantas berdiri lagi yang lebih pendek daripada berdirinya yang pertama (2/24) dan tidak sujud. Beliau membaca ayat-ayat yang panjang tetapi lebih pendek daripada bacaannya yang pertama, (dan dalam satu riwayat: kemudian beliau membuka bacaannya dengan surah lain). Kemudian bertakbir dan ruku yang panjang,
Setelah itu mengangkat kepalanya seraya (4/76) mengucapkan, 'Sami'allaahu Liman Hamidah.' Lantas berdiri lagi yang lebih pendek daripada berdirinya yang pertama (2/24) dan tidak sujud. Beliau membaca ayat-ayat yang panjang tetapi lebih pendek daripada bacaannya yang pertama, (dan dalam satu riwayat: kemudian beliau membuka bacaannya dengan surah lain). Kemudian bertakbir dan ruku yang panjang, tetapi lebih pendek dari ruku yang pertama, lalu mengucapkan, 'Sami'allaahu Liman Hamidah, Rabbana wa Lakal Hamdu.' Lalu, sujud dengan sujud yang panjang (dua kali sujud 2/30). Kemudian pada rakat yang terakhir beliau melakukan seperti apa yang beliau lakukan dalam rakaat sebelumnya. Dengan begitu, beliau telah menyempurnakan empat kali ruku dalam dua rakaat. Juga telah empat kali sujud (dalam satu riwayat: dengan dua kali sujud pada rakaat yang pertama, sedang sujud yang pertama lebih panjang). Kemudian matahari telah jelas sebelum beliau pergi, lalu beliau salam. Kemudian beliau berdiri, lalu berkhotbah kepada orang banyak dan memuji Allah dengan pujian yang layak untuk-Nya. Kemudian bersabda, 'Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Allah yang Dia tampakkan kepada hamba-hambaNya. Keduanya tidak menjadi gerhana karena meninggalnya seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Apabila kamu melihatnya, maka lakukanlah shalat.' (Dalam satu riwayat: maka, berdoalah kepada Allah, agungkanlah Dia, dan shalatlah [hingga tersingkap matahari/bulan kepadamu 2/24-25] dan bersedekahlah. Sesungguhnya saya melihat di tempat berdiriku ini segala sesuatu yang dijanjikan kepadaku, hingga saya lihat diri saya ingin memetik setandan kurma dari surga ketika kamu melihat aku maju, dan kulihat neraka Jahannam sebagiannya meruntuhkan sebagian yang lain ketika kamu lihat aku mundur. Aku lihat di sana Amr bin Luhaiy [menyeret ususnya 5/1910, dan dialah yang (dan dalam satu riwayat: orang pertama yang) menelantarkan semua yang telantar 2/62]. Kemudian beliau bersabda, 'Wahai umat Muhammad! Demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu daripada Allah, melebihi kecemburuan seorang laki-laki atau wanita yang berzina. Wahai umat Muhammad! Demi Allah, seandainya kamu mengetahui apa yang saya ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis.' Kemudian beliau memerintahkan mereka berlindung dari azab kubur."
