BERITA KERINCI TERKINI

AKURAT + ACTUAL DAN TERPERCAYA

Senin, 14 Maret 2016

Wabup kerinci zainal abidin kembali tatar pegawai RSU M.H.A THALIB

Kerinci in news- senin 14/03/2016
Ini untuk yang kesekian kalinya wakil bupati kerinci zainal abidin melakukan sidak di kawasan Rumah sakit umum M.H.A THALIB sungai penuh.
blusukan zainal kali ini dilakukan atas dasar menanggapi aspirasi masyarakat di media sosial, marak menuai kritik terhadap kinerja di RSU M.H.A THALIB yang kurang memuaskan.sungai selain itu lingkungan di sekitar RS terkesan jorok, WC umum tidak setetespun air yang mengalir, kran air rusak, sementara keluarga pasien tetap saja membuang hajat disana.
Untung saja kondisi ini langsung ditanggapi wakil bupati kerinci zainal abidin, dan beliau membenarkan tentang apa yang menjadi laporan/kritikan di sejumlah media sosial.
"Benar tadi pagi saya cek lansung. Dan saya sudah minta pihak manegemen untuk membuat jam kontrol dan menunjuk petugas khusus untuk menangani masalah kenersihan wc demi kenyamanan pasien dan klg. Mokasih infonya. Salam

(A.P)

Selasa, 08 Maret 2016

Gerhana adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah

Kitab Kusuf (Gerhana)
Bab Ke-1: Shalat Sunnah pada Waktu Terjadi Gerhana Matahari
547. Abu Bakrah berkata, "Kami berada di sisi Rasulullah lalu terjadi gerhana matahari. Maka, Nabi berdiri dengan mengenakan selendang beliau (dalam satu riwayat: pakaian beliau sambil tergesa-gesa 7/34) hingga beliau masuk ke dalam masjid, (dan orang-orang pun bersegera ke sana 2/31), lalu kami masuk. Kemudian beliau shalat dua rakaat bersama kami hingga matahari menjadi jelas. Beliau menghadap kami, lalu bersabda, 'Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah, dan sesungguhnya keduanya (2/31) bukan gerhana karena meninggalnya seseorang. Akan tetapi, Allah ta'ala menakut-nakuti hamba-hamba-Nya dengannya. Oleh karena itu, apabila kamu melihatnya, maka shalatlah dan berdoalah sehingga terbuka apa (gerhana) yang terjadi padamu.'" (Hal itu karena putra Nabi saw. yang bernama Ibrahim meninggal dunia, kemudian terjadi gerhana. Lalu, orang-orang berkomentar bahwa gerhana itu terjadi karena kematian Ibrahim itu. Hal ini lantas disanggah Rasulullah dengan sabda beliau itu.)
548. Abu Mas'ud berkata, "Nabi bersabda, 'Sesungguhnya matahari dan bulan tidak gerhana karena meninggal (dan hidupnya 4/76) seseorang. Tetapi, keduanya adalah dua dari tanda-tanda dari kebesaran Allah. Apabila kamu melihatnya, maka berdirilah untuk mengerjakan shalat gerhana.'"
549. Ibnu Umar mengatakan bahwa ia memberi kabar dari Rasulullah, bahwa matahari dan bulan tidak gerhana karena meninggal dan hidupnya seseorang. Tetapi, keduanya adalah tanda-tanda kekuasan Allah. Apabila kamu melihatnya, maka shalat gerhanalah.
550. Al-Mughirah bin Syubah berkata, "Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah pada hari meninggalnya Ibrahim. Orang mengatakan, 'Matahari gerhana karena meninggalnya Ibrahim.' Lalu Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya matahari dan bulan (adalah dua dari tanda tanda kebesaran Allah 2/30). Keduanya tidak gerhana karena meninggal atau hidupnya seseorang. Apabila kamu melihatnya, maka shalatlah (gerhana) dan berdoalah kepada Allah sehingga ia menjadi cerah kembali.'"
Bab Ke-2: Memberikan Sedekah pada Waktu Terjadi Gerhana
(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Aisyah yang akan disebutkan pada bab selanjutnya nanti.")
Bab Ke-3: Berseru dengan, "Ashshalaatu jaami'ah"[1] pada Waktu Shalat Gerhana
551. Abdullah bin Amr berkata, "Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah, maka diserukanlah, 'Ashshalaatu jaami'ah' 'shalatlah dengan berjamaah'.
Bab Ke-4: Khotbah Imam pada Waktu Shalat Gerhana
Aisyah dan Asma' berkata, "Nabi berkhotbah."[2]
552. Aisyah istri Nabi saw., berkata, "Terjadi gerhana matahari pada masa hidup Rasulullah. Beliau keluar ke masjid lalu menyuruh seseorang menyerukan, Ash-Shalaatu Jaami'ah, kemudian beliau maju (2/31). Lalu, orang-orang berbaris di belakang beliau. (Dan dalam riwayat lain dari Aisyah: seorang wanita Yahudi datang mengajukan pertanyaan kepadanya seraya berkata, 'Mudah-mudahan melindungimu dari azab kubur.' Kemudian Aisyah bertanya kepada Rasulullah, 'Apakah orang-orang disiksa di dalam kuburnya?' Rasulullah menjawab, 'Aku berlindung kepada Allah dari hal itu.' Kemudian pada suatu pagi Rasulullah naik kendaraan, lalu terjadi gerhana matahari. Kemudian beliau kembali pada waktu dhuha.[3] Maka, Rasulullah berjalan di antara dua punggung batu,[4] lalu beliau berdiri menunaikan shalat 2/26-27). Kemudian Rasulullah membaca bacaan (dalam satu riwayat: surah 2/62) yang panjang yang beliau baca dengan keras. Beliau bertakbir, lalu ruku dengan ruku yang panjang. Setelah itu mengangkat kepalanya seraya (4/76) mengucapkan, 'Sami'allaahu Liman Hamidah.' Lantas berdiri lagi yang lebih pendek daripada berdirinya yang pertama (2/24) dan tidak sujud. Beliau membaca ayat-ayat yang panjang tetapi lebih pendek daripada bacaannya yang pertama, (dan dalam satu riwayat: kemudian beliau membuka bacaannya dengan surah lain). Kemudian bertakbir dan ruku yang panjang,
Setelah itu mengangkat kepalanya seraya (4/76) mengucapkan, 'Sami'allaahu Liman Hamidah.' Lantas berdiri lagi yang lebih pendek daripada berdirinya yang pertama (2/24) dan tidak sujud. Beliau membaca ayat-ayat yang panjang tetapi lebih pendek daripada bacaannya yang pertama, (dan dalam satu riwayat: kemudian beliau membuka bacaannya dengan surah lain). Kemudian bertakbir dan ruku yang panjang, tetapi lebih pendek dari ruku yang pertama, lalu mengucapkan, 'Sami'allaahu Liman Hamidah, Rabbana wa Lakal Hamdu.' Lalu, sujud dengan sujud yang panjang (dua kali sujud 2/30). Kemudian pada rakat yang terakhir beliau melakukan seperti apa yang beliau lakukan dalam rakaat sebelumnya. Dengan begitu, beliau telah menyempurnakan empat kali ruku dalam dua rakaat. Juga telah empat kali sujud (dalam satu riwayat: dengan dua kali sujud pada rakaat yang pertama, sedang sujud yang pertama lebih panjang). Kemudian matahari telah jelas sebelum beliau pergi, lalu beliau salam. Kemudian beliau berdiri, lalu berkhotbah kepada orang banyak dan memuji Allah dengan pujian yang layak untuk-Nya. Kemudian bersabda, 'Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Allah yang Dia tampakkan kepada hamba-hambaNya. Keduanya tidak menjadi gerhana karena meninggalnya seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Apabila kamu melihatnya, maka lakukanlah shalat.' (Dalam satu riwayat: maka, berdoalah kepada Allah, agungkanlah Dia, dan shalatlah [hingga tersingkap matahari/bulan kepadamu 2/24-25] dan bersedekahlah. Sesungguhnya saya melihat di tempat berdiriku ini segala sesuatu yang dijanjikan kepadaku, hingga saya lihat diri saya ingin memetik setandan kurma dari surga ketika kamu melihat aku maju, dan kulihat neraka Jahannam sebagiannya meruntuhkan sebagian yang lain ketika kamu lihat aku mundur. Aku lihat di sana Amr bin Luhaiy [menyeret ususnya 5/1910, dan dialah yang (dan dalam satu riwayat: orang pertama yang) menelantarkan semua yang telantar 2/62]. Kemudian beliau bersabda, 'Wahai umat Muhammad! Demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu daripada Allah, melebihi kecemburuan seorang laki-laki atau wanita yang berzina. Wahai umat Muhammad! Demi Allah, seandainya kamu mengetahui apa yang saya ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis.' Kemudian beliau memerintahkan mereka berlindung dari azab kubur."

Kamis, 11 Februari 2016

BNPB: WASPADA! BANJIR DAN LONGSOR MASIH ANCAM KERINCI

KERINCI IN NEWS-KAMIS 11/02/16, bencana longsor kembali terjadi di kerinci, kali ini akses yang menghubungkan desa sanggaran agung dengan talang kemulun lumpuh total sehingga kendaraan roda empat dan roda dua tidak bisa melewati jalur tersebut.
Kepala BNPB ( Badan penanggulangan bencana daerah ) kabupaten kerinci  Drs. Evi rasmianto mm menyebutkan lumpuhnya jalur sanggaran agung ke talang kemulun disebabkan terputusnya gorong-gorong, ia menambahkan dalam beberapa pekan ini setidaknya ada sembilan belas titik longsor yang terjadi di kerinci, satu titik longsor di benik, tanjung batu lima titik, pulau pandan tiga titik, yang mana dua titik menimbun badan jalan dan satu titik lagi menimbun rumah.
Sedangkan beberapa titik longsor lainnya terjadi di jalan pungut ke renah pemetik yaitu enam titik longsor.
Terkait adanya musibah ini Pemerintah daerah kabupaten kerinci beserta dinas terkait langsung bergerak cepat guna mengatasi bencana tersebut.
Kepala bagian humas dan protokoler kabupaten kerinci Drs.Dafrisman mengatakan bahwa saat ini ia beserta bupati kerinci Adi rozal dan beberapa dinas terkait tengah melakukan peninjauan dan seterusnya akan dilakukan upaya pengoptimalan dibeberapa titik longsor tersebut, dan dipastikan paling lambat besok ( jumat 12/02/16 akses lalulintas sudah normal kembali.

Kerinci Waspada longsor susulan

KERINCI IN NEWS-KAMIS 11/02/16, bencana longsor kembali terjadi di kerinci, kali ini akses yang menghubungkan desa sanggaran agung dengan talang kemulun lumpuh total sehingga kendaraan roda empat dan roda dua tidak bisa melewati jalur tersebut.
Kepala BNPB ( Badan penanggulangan bencana daerah ) kabupaten kerinci  Drs. Evi rasmianto mm menyebutkan lumpuhnya jalur sanggaran agung ke talang kemulun disebabkan terputusnya gorong-gorong, ia menambahkan dalam beberapa pekan ini setidaknya ada sembilan belas titik longsor yang terjadi di kerinci, satu titik longsor di benik, tanjung batu lima titik, pulau pandan tiga titik, yang mana dua titik menimbun badan jalan dan satu titik lagi menimbun rumah.
Sedangkan beberapa titik longsor lainnya terjadi di jalan pungut ke renah pemetik yaitu enam titik longsor.
Terkait adanya musibah ini Pemerintah daerah kabupaten kerinci beserta dinas terkait langsung bergerak cepat guna mengatasi bencana tersebut.
Kepala bagian humas dan protokoler kabupaten kerinci Drs.Dafrisman mengatakan bahwa saat ini ia beserta bupati kerinci Adi rozal dan beberapa dinas terkait tengah melakukan peninjauan dan seterusnya akan dilakukan upaya pengoptimalan dibeberapa titik longsor tersebut, dan dipastikan paling lambat besok ( jumat 12/02/16 akses lalulintas sudah normal kembali.

(A.P)

Rabu, 10 Februari 2016

BNPB kabupaten kerinci sebut ada 18 titik longsor Kerinci

KERINCI IN NEWS-KAMIS 11/02/16, bencana longsor kembali terjadi di kerinci, kali ini akses yang menghubungkan desa sanggaran agung dengan talang kemulun lumpuh total sehingga kendaraan roda empat dan roda dua tidak bisa melewati jalur tersebut.
Kepala BNPB ( Badan penanggulangan bencana daerah ) kabupaten kerinci  Drs. Evi rasmianto mm menyebutkan lumpuhnya jalur sanggaran agung ke talang kemulun disebabkan terputusnya gorong-gorong, ia menambahkan dalam beberapa pekan ini setidaknya ada sembilan belas titik longsor yang terjadi di kerinci, satu titik longsor di benik, tanjung batu lima titik, pulau pandan tiga titik, yang mana dua titik menimbun badan jalan dan satu titik lagi menimbun rumah.
Sedangkan beberapa titik longsor lainnya terjadi di jalan pungut ke renah pemetik yaitu enam titik longsor.
Terkait adanya musibah ini Pemerintah daerah kabupaten kerinci beserta dinas terkait langsung bergerak cepat guna mengatasi bencana tersebut.
Kepala bagian humas dan protokoler kabupaten kerinci Drs.Dafrisman mengatakan bahwa saat ini ia beserta bupati kerinci Adi rozal dan beberapa dinas terkait tengah melakukan peninjauan dan seterusnya akan dilakukan upaya pengoptimalan dibeberapa titik longsor tersebut, dan dipastikan paling lambat besok ( jumat 12/02/16 akses lalulintas sudah normal kembali.

(A.P)

BREAKING NEWS-PELAKU YANG MENCOBA BUNUH DIRI DI AIR PANAS SEMURUP AKHIRNYA MENINGGAL DUNIA

Kerinci in news-pagi ini, kamis 11/02/16 Masyarakat Desa air panas semurup dihebohkan oleh aksi seorang warga desa dalam siulak yang nekat menceburkan dirinya ke dalam air panas yang berlumpur atau yang biasa disebut masyarakat sekitar ( gao luluk ).
Informasi yang berhasil dihimpun andalas fm dari keterangan kapolsek air hangat AIPTU SPARDIN NOER menuturkan, bahwa sebelumnya pelaku hendak pergi berobat di puskesmas desa air panas, lantaran masih pagi puskesmas belum buka lalu pelaku pergi menuju gao luluk, sesampainya disana pelaku tiba-tiba nekat bunuh diri dengan menceburkan dirinya ke gao luluk tersebut, namun aksi pelaku buru-buru diketahui masyarakat yang kebetulan berada di TKP.
korban berhasil diselamatkan namun
Separuh badan mulai pusar hingga kaki dalam keadan melepuh.
Masih menurut keterangan kapolsek air hangat AIPTU. SPARDIN NOER, identitas korban telah diketahui bernama rismita, usia 45 tahun, warga dusun dalam siulak.
Saat ini korban dilarikan ke rumah sakit umum sungai penuh guna diberikan pertolongan, karena kondisi korban dalam keadaan kritis dan tidak sanggup ditangani oleh medis sungai penuh, korban bermaksud akan di rujuk di rumah sakit M.DJAMIL padang, namun karena kondisi korban yang sangat kritis korban yang bernama rismita akhirnya meninggal dunia saat dalam perjalanan.

( A.P )

BRIMOB DILEMPARI BATU SAAT AMANKAN TERSANGKA CURANMOR

KERINCI IN NEWS- Seorang pencuri sepeda motor akhirnya   menyerah setelah di kejar warga Jalan Siulak Kecil,  Kecamatan Siulak, Kab.Kerinci, Senin (08/02/2016) Sore Hari.
Awalnya, sekitar pukul 14:00Wib,Seorang warga dari desa Koto Rendah mengaku telah kehilangan motor, Minggu (07/02/2016)kemudian menduga bahwa Pelakulah yang sudah mencuri motornya.
dan didukung dari beberapa orang saksi yang melihat saat pelaku melakukan pencurian.
saat di introgasi pelaku mengelak dan justru malah melarikan diri,kemudian warga beramai-ramai mengejarnya, pelaku kemudian lari kesawah lalu bersembunyi dirumah salah satu warga di Siulak Kecil. sejumlah pemuda bergegas masuk ke dalam rumah tsb, benar saja pencuri itu bersembunyi di bawah tempat tidur di salah satu kamar.
Saat di introgasi oleh warga bersama pemuda pelaku yang berinisial (S D) memang mengakui bahwa dia telah mencuri motor.
Warga yang terlanjur geram sempat ingin menghajar pencuri itu.
Kasus penangkapan pencuri ini kemudian dilaporkan ke aparat kepolisian setempat dan seterusnya diteruskan ke polres kerinci.
Terkait kejadian tersebut Saat dikonfirmasi, kapolres kerinci AKBP Sri Wisnugroho membenarkan adanya kejadian tersebut, hanya saja ia menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh masyarakat siulak kecil yang pada saat aparat mengamankan tersangka dari amukan massa, polisi malah dilempari batu, insiden tersebut sempat melukai kepala salah seorang aparat.

(A.P)